Jakarta Naik Peringkat Jadi Kota Teraman Kedua ASEAN, Toleransi Warga Jadi Kunci

Jakarta dinobatkan sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara versi survei Global Residence Index 2026, berada di bawah Singapura dan mengungguli kota besar lain seperti Bangkok, Kuala Lumpur, Hanoi, hingga Manila. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pencapaian tersebut merupakan hasil penilaian objektif lembaga internasional berdasarkan berbagai indikator keamanan, termasuk tingkat kriminalitas, risiko politik, konflik, kecelakaan lalu lintas, serta indeks perdamaian global. Ia menyebut posisi ini menjadi peningkatan signifikan karena sebelumnya Jakarta kerap berada di peringkat menengah kawasan ASEAN.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai keberhasilan tersebut tidak hanya ditentukan faktor teknis keamanan, tetapi juga kerukunan sosial masyarakat. Wakil Gubernur Rano Karno menyatakan toleransi beragama, pelestarian budaya, dan kedewasaan warga menjadi kunci utama terciptanya rasa aman. Berbagai perayaan lintas agama dan budaya sepanjang tahun, seperti Christmas Carol, Imlek, Festival Ogoh-ogoh, hingga Jakarta Bedug, dinilai menunjukkan wajah Jakarta sebagai kota inklusif yang merangkul keberagaman.

Selain meningkatkan citra kota, kondisi keamanan dan toleransi juga berdampak positif terhadap perekonomian daerah. Aktivitas sosial dan budaya menjadi bagian dari strategi pembiayaan kreatif pemerintah untuk menjaga perputaran ekonomi di tengah tekanan fiskal, termasuk berkurangnya dana bagi hasil. Dengan ruang publik yang aman dan hidup, aktivitas ekonomi tetap kuat sepanjang berbagai perayaan besar, sehingga stabilitas ekonomi Jakarta tetap terjaga.

Search