Pemerintah tengah menyiapkan pembentukan BUMN baru di sektor tekstil dan garmen yang akan berada di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), sebagai langkah untuk mengatasi risiko tarif dagang AS dan memperkuat industri nasional. Fokus utama BUMN ini adalah menyelamatkan kegiatan ekonomi PT Sri Rejeki Isman (Sritex) yang telah dinyatakan pailit, dengan opsi penyaluran kredit atau akuisisi aset Sritex yang menyewakan properti senilai ratusan miliar rupiah.
Pemerintah mengalokasikan dana sekitar US$6 miliar (Rp 100,8 triliun) untuk modal, teknologi, dan ekspor, sementara BUMN tekstil sebelumnya, PT Industri Sandang Nusantara, telah dibubarkan pada 2023 setelah dinyatakan tidak lagi prospektif. Penetapan pembubaran itu merupakan tindak lanjut keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang telah disepakati sejak Februari 2022
