Pemerintah Indonesia memantau kondisi keselamatan kontingen pasukan Indonesia dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) bertugas menjaga perdamaian, karena wilayah Lebanon selatan sedang diserang Israel. “Keselamatan dan keamanan personel pasukan pemelihara perdamaian menjadi prioritas utama dalam situasi saat ini,” kata Kementerian Luar Negeri RI, Senin (15/3/2026). Pemerintah menyampaikan pujian untuk Kontingen Garuda yang bertugas di UNIFIL di tengah kecamuk perang saat ini. “(Indonesia) Berharap agar seluruh Kontingen Garuda diberikan keselamatan dalam menjalankan tugasnya,” kata Kemlu RI.
Indonesia mengecam keras Israel yang menyerang Lebanon karena tindakan itu melanggar hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 1701 (2006). Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian.
Lebanon terseret dalam eskalasi konflik Timur Tengah sejak pekan lalu. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 826 orang tewas akibat serangan tersebut, termasuk 65 perempuan dan 106 anak-anak. Selain itu, 2.009 orang luka-luka. Hizbullah menyatakan, terjunnya mereka dalam perang Iran kali ini kemungkinan adalah pertempuran terakhir melawan Israel. Sumber dari Hizbullah yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, kelompok tersebut sudah mempersiapkan diri untuk konflik yang mungkin berlangsung lama. Menurutnya, Hizbullah kini berjuang habis-habisan menghadapi Israel.
