Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa pihaknya siap untuk melanjutkan perang melawan Iran. Dia mengatakan Israel menunggu lampu hijau Amerika Serikat (AS). Katz bersikukuh untuk menghapus dinasti Khamenei. Dia juga menyebut menunggu sinyal dari Amerika untuk mengembalikan Teheran ke ‘Zaman Batu’. Katz juga mengancam serangan lanjutan akan lebih mematikan.
Perundingan baru terkait perang AS-Israel dan Iran berada di ambang ketidakpastian, meskipun ada upaya dari Pakistan sebagai mediator. Perang ini telah melanda kawasan tersebut, menewaskan ribuan orang, terutama di Iran dan Lebanon, serta mengguncang ekonomi global. Trump sebelumnya telah mengumumkan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Namun, Trump juga mengatakan kebijakan blokade pelabuhan Iran tetap akan dilanjutkan oleh militer AS.
Penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, kemudian merespons pengumuman sepihak dari Trump. Iran menyatakan perpanjangan gencatan senjata yang dilakukan AS tidak berarti apapun bagi mereka. Mohammadi juga menilai perpanjangan gencatan senjata yang sepihak diumumkan Trump merupakan taktik AS dalam mengulur waktu sebelum akhirnya melanjutkan serangan ke wilayah Iran. “Perpanjangan gencatan senjata Trump jelas merupakan taktik untuk mengulur waktu demi serangan mendadak. Saatnya bagi Iran untuk mengambil inisiatif telah tiba,” katanya.
