Iran mengultimatum Amerika Serikat akan memberi hukuman yang sangat berat menyusul serangan terbaru AS ke negaranya di tengah gencatan senjata pada Selasa (7/7) dan Rabu (8/8). Juru bicara Komite Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, bahkan mewanti-wanti akan memusnahkan tentara AS yang berani menginvasi negaranya. Ancaman itu menyusul pernyataan terbaru Presiden Donald Trump yang mengancam mau menginvasi Pulau Kharg.
Menanggapi ancaman Trump yang disampaikan di sela-sela KTT NATO di Ankara, Rezaei menulis bahwa “tidak akan ada satu pun tentara Amerika yang pulang dalam keadaan hidup”. Selain Rezaei, penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaee, turut bersumpah bahwa negaranya akan membalas serangan terbaru AS dengan lebih berat.
AS kembali melancarkan rentetan serangan udara ke selatan Iran pada Selasa dan Rabu dengan dalih konsekuensi bagi Teheran lantaran masih menyerang kapal-kapal komersil di Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir. Iran marah dan menegaskan AS telah jelas-jelas melanggar gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) kedua negara yang baru diteken pada Juni lalu untuk mengakhiri perang yang pecah sejak Februari lalu.
