Investasi Hilirisasi di RI Tembus Rp300 T di Semester I-2026

Investasi di sektor hilirisasi terus menunjukkan tren positif dan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan investasi nasional. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun sepanjang semester I-2026, atau tumbuh 6,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan kontribusi investasi hilirisasi terhadap total realisasi investasi nasional kini mendekati sepertiga dari keseluruhan investasi yang masuk ke Indonesia.

Pada kuartal II-2026 saja, investasi hilirisasi tercatat mencapai Rp152,7 triliun atau naik 5,7% secara tahunan. Nilai tersebut setara 29,8% dari total realisasi investasi nasional pada periode yang sama. Sektor mineral masih menjadi tulang punggung investasi hilirisasi dengan nilai mencapai Rp206,5 triliun sepanjang semester I-2026. Investasi tersebut berasal dari hilirisasi nikel sebesar Rp71 triliun, bauksit Rp53,8 triliun, tembaga Rp37,4 triliun, besi dan baja Rp30,2 triliun, pasir silika Rp5,9 triliun, serta berbagai komoditas mineral lainnya senilai Rp8,2 triliun.

Selain sektor mineral, investasi hilirisasi juga mengalir ke sektor perkebunan dan kehutanan dengan nilai Rp54,4 triliun. Sementara itu, investasi hilirisasi di sektor minyak dan gas bumi tercatat Rp35,4 triliun, sedangkan sektor perikanan dan kelautan mencapai Rp3,8 triliun. Dari sisi sebaran wilayah, investasi hilirisasi masih didominasi daerah di luar Pulau Jawa. Nilainya mencapai Rp227,3 triliun atau setara 75,7% dari total investasi hilirisasi.

Search