Lonjakan inflasi Amerika Serikat (AS) menjadi persoalan hampir seluruh negara di dunia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengungkapkan kekhawatirannya, hal tersebut bisa mempengaruhi perekonomian Indonesia.”Inflasi di AS 7% tertinggi dalam 40 tahun,” ungkap Sri Mulyani dalam Webinar BRI Microfinance Outlook 2022 yang bertajuk “Boosting Economic Growth Through Ultra Micro Empowerment” pekan lalu.
Lonjakan inflasi terjadi karena pemulihan ekonomi berjalan cepat pada negara tersebut selepas resesi karena pandemi covid-19. Apalagi AS menggelontorkan dana yang amat besar sebagai stimulus perekonomian.
Sebagai negara adidaya, kebijakan AS akan mempengaruhi pasar keuangan global. Artinya hampir seluruh negara akan terkena imbasnya. Termasuk Indonesia. Aliran modal akan mengalir kembali ke AS dan menyebabkan pelemahan pada nilai tukar. Apabila tidak diantisipasi dengan tepat, Sri Mulyani mengungkapkan hal tersebut bisa menahan laju pemulihan ekonomi yang kini tengah berjalan. “Ini tantangan baru pemulihan kita,” pungkasnya.