Inflasi Februari 2026 4,76 Persen, Listrik Jadi Pemicu

Inflasi tahunan pada Februari 2026 tercatat 4,76 persen, dengan normalisasi tarif listrik menjadi faktor dominan yang mendorong kenaikan tersebut. Kenaikan inflasi tahunan ini tidak lepas dari dampak lanjutan normalisasi harga listrik pada awal 2026, setelah pada Januari–Februari 2025 pemerintah memberikan diskon listrik 50 persen. Kondisi tersebut memunculkan apa yang dikenal sebagai efek basis rendah (low-base effect). Kepala Badan Pusat Statistik RI, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, pada Januari dan Februari 2026 tarif listrik sudah kembali normal. Karena itu, indeks harga konsumen tarif listrik terlihat stabil dan tidak memberikan andil terhadap inflasi bulanan Februari 2026. Dari total inflasi tahunan 4,76 persen pada Februari 2026, sebesar 2,17 persen di antaranya disumbangkan oleh komoditas tarif listrik. Secara tahunan, tarif listrik sendiri mengalami inflasi sebesar 86,96 persen.

Data BPS menunjukkan dampak low-base effect tercermin pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Pada Februari 2026, kelompok ini mencatat inflasi tahunan sebesar 16,19 persen dan memberikan andil inflasi 2,26 persen. Amalia menambahkan, hasil simulasi BPS menunjukkan gambaran berbeda jika diskon listrik 50 persen pada Februari 2025 tidak pernah ada. “Berdasarkan hasil perhitungan BPS, seandainya efek diskon listrik 50 persen dihilangkan, asumsi tidak ada diskon listrik pada Februari 2025, maka inflasi bulan Februari 2026 berada pada kisaran 2,54 persen,” ujarnya.

Search