Indonesia siap memimpin era energi hijau global melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT) seperti panas bumi, baterai kendaraan listrik (EV), dan hidrogen sebagai bagian dari prioritas nasional 2026. Wakil Menteri ESDM Jodie Setiawan menegaskan komitmen pemerintah untuk transisi energi melalui penguatan hilirisasi nikel, pengembangan baterai EV, dan pemanfaatan panas bumi potensial 23 GW yang bisa jadi sumber ekspor energi bersih, sekaligus dukung target net zero emission 2060. Strategi ini melibatkan kolaborasi dengan Australia untuk teknologi hidrogen, sehingga posisikan Indonesia sebagai pemain utama di pasar energi hijau senilai triliunan dolar.
