Indonesia Bakal Dapat Jatah Minyak dan LPG dari Rusia

Pemerintah Indonesia melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan akan memperoleh tambahan pasokan minyak mentah dan LPG dari Rusia. Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow dan pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat cadangan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Kerja sama energi ini dilakukan melalui skema government to government (G2G) maupun business to business (B2B), dengan melibatkan sejumlah perusahaan energi Rusia seperti Rosneft dan Lukoil. Selain pasokan minyak dan LPG, kedua negara juga menjajaki peluang kerja sama lain, termasuk pengembangan penyimpanan minyak mentah, kontrak pasokan jangka panjang, hingga potensi kerja sama di sektor nuklir dan mineral.

Pemerintah menilai kemitraan dengan Rusia memberikan prospek positif bagi ketahanan energi Indonesia, mengingat kapasitas produksi energi Rusia yang besar. Kesepakatan ini diharapkan mampu meningkatkan stabilitas pasokan energi nasional sekaligus menjadi strategi diversifikasi sumber energi di tengah dinamika geopolitik global.

Search