Indonesia Akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 7 Gigawatt hingga 2034

Hashim Djojohadikusumo menyatakan Indonesia akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) total 7 GW dalam delapan tahun, dimulai dengan 500 MW dan bertahap hingga target akhir pada 2034. Pemerintah, melalui Kementerian ESDM dan Direktur Jenderal EBTKE, menargetkan pembangunan PLTN pertama pada 2027 di Sumatra atau Kalimantan, dengan regulasi serta studi kelayakan yang sudah disiapkan.

RUPTL 2025‑2034 menargetkan penambahan kapasitas listrik total 69,5 GW, dimana 76 % berasal dari Energi Baru Terbarukan termasuk nuklir 0,5 GW, serta penekanan pada storage, fosil, dan komitmen penurunan emisi karbon. Keputusan memulai PLTN juga membuka peluang investasi baru, baik pada sisi pembiayaan maupun penyediaan teknologi, seiring meningkatnya kebutuhan listrik nasional dalam jangka panjang.

Search