International Labour Organization (ILO) berupaya mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah. Hal ini diwujudkan melalui proyek Promise II Impact yang berfokus pada digitalisasi UMKM. Proyek ini mendapatkan pendanaan dari Swiss Sate Secretariat for Economic Affairs (Seco) dan dilaksanakan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Project Manager Promise II Impact ILO Djauhari Sitorus mengatakan pelaksanaan proyek difokuskan di tiga lokasi dengan sektor yang berbeda-beda, yaitu sapi perah di Jawa Barat, minyak nilam di Aceh, dan rumput laut di Sumba Timur.
“Tujuan proyek ini adalah membangun ekosistem keuangan yang lebih inklusif bgi UMKM di dalam rantai nilai,” kata Djauhari. Djauhari menjelaskan, ILO melakukan intervensi pada UMKM yang telah menjadi bagian dari rantai nilai, dalam artian usaha tersebut sudah memiliki pasar dan menghasilkan transaksi bisnis. ILO kemudian melakukan intervensi agar proses bisnis UMKM tersebut bisa terdigitalisasi. Djauhari mencontohkan, dalam bisnis sapi perah misalnya, proses bisnis mulai dari penyetoran susu, pembayaran cicilan, hingga transaksi penjualan menjadi bisa dilakukan secara digital. Tak hanya pelaku UMKM, ILO juga mendorong transformasi digital lembag akeuangan seperti Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembangunan Daerah.
