Arus investasi ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara kian deras. Dari Timur Tengah hingga Amerika Serikat, komitmen pendanaan terus mengalir untuk mendukung transformasi Nusantara menjadi kota masa depan berbasis hijau dan digital. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat realisasi investasi swasta murni telah mencapai Rp72 triliun hingga awal 2026, berasal dari 57 perusahaan yang terlibat dalam pembangunan kawasan inti pemerintahan dan sekitarnya.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap proyek strategis nasional tersebut. Lonjakan komitmen investasi itu tidak hanya datang dari investor domestik, tetapi juga dari mitra global. Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi mengucurkan hibah senilai US$2,49 juta atau sekitar Rp40,18 miliar untuk mendukung pembangunan Nusantara. Dana tersebut disalurkan melalui U.S. Trade and Development Agency (USTDA) guna mendanai asistensi teknis solusi kota cerdas (smart city).
