IHSG melemah seiring pasar masih cermati perkembangan di Timur Tengah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi bergerak melemah di tengah pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. IHSG dibuka melemah 25,22 poin atau 0,36 persen ke posisi 7.001,56. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,05 poin atau 0,43 persen ke posisi 711,53. Sedangkan, bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 559,51 poin atau 1,05 persen ke 53.683,00, indeks Shanghai melemah 39,19 poin atau 1,00 persen ke 3.880,1-, indeks Hang Seng melemah 117,50 poin atau 0,70 persen ke 25.116,53, dan indeks Strait Times menguat 11,92 poin atau 0,24 persen ke 4.959,42.

Dari mancanegara, perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah akan tetap menjadi fokus perhatian pelaku pasar selama pekan ini, yang mana akan terus menilai prospek de-eskalasi atau justru terjadi eskalasi yang berkepanjangan. Di sisi lain, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data- data ekonomi AS, diantaranya risalah FOMC Minutes The Fed, inflasi, data ISM service PMI, pembacaan awal Mich. Sentiment, serta data inflasi Price Consumer Expenditure (PCE). Dari dalam negeri, implementasi aturan baru terkait keterbukaan data High Shareholding Concentration (HSC) berpotensi memicu volatilitas jangka pendek akibat risiko overhang, terutama pada saham berlikuiditas rendah, meskipun berdampak positif dalam jangka panjang melalui peningkatan transparansi dan likuiditas pasar. Di sisi lain, pelaku pasar akan mencermati berbagai rilis data ekonomi, diantaranya data cadangan devisa pada Rabu (8/4), serta indeks keyakinan konsumen dan penjualan otomotif pada Jumat (10/4).

Search