Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi tertekan menjelang libur panjang Mei 2026. Dalam jangka pendek, indeks berpotensi bergerak volatil dengan kecenderungan sideways bearish. Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai pasar masih berada dalam fase penyesuaian pasca tekanan besar pada saham-saham berkapitalisasi jumbo akibat rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) Mei 2026.
Menurut Hendra, faktor utama yang mempengaruhi IHSG berasal dari arus keluar dana asing, pelemahan rupiah, kekhawatiran perlambatan ekonomi global, serta tingginya ketidakpastian geopolitik dunia. Pasar juga masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed, di tengah inflasi AS yang belum sepenuhnya jinak.
