Harga berbagai produk plastik di pasar mengalami kenaikan signifikan hingga 50 persen, yang berdampak langsung pada pedagang tradisional. Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia Reynaldi Sarijowan menyebut kenaikan ini mulai terjadi sejak Ramadan dan mencapai puncaknya setelahnya.
Kenaikan harga dipicu oleh terganggunya impor bahan baku plastik akibat konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Indonesia yang masih bergantung pada impor bahan baku plastik menjadi terdampak langsung, dengan harga plastik kresek naik dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per pak, serta jenis lainnya dari Rp20.000 menjadi Rp25.000.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan impor plastik Indonesia pada Februari 2026 mencapai US$873,2 juta, dengan pasokan utama dari China, diikuti Thailand dan Korea Selatan. Kondisi ini memperlihatkan tingginya ketergantungan impor yang membuat harga domestik rentan terhadap gejolak global.
