Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Lirik Kemasan Berbahan Kertas

Lonjakan harga bahan baku plastik mulai menekan berbagai sektor industri, dari makanan dan minuman hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kenaikan ini dipicu oleh mahalnya minyak mentah, gangguan rantai pasok, serta ketidakpastian geopolitik, yang berujung pada meningkatnya biaya produksi kemasan plastik. Tekanan tersebut mendorong pelaku usaha mencari alternatif lebih ekonomis. Salah satunya adalah kemasan berbahan kertas yang kini semakin diminati pasar.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh produsen kemasan kertas cokelat, PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO). Direktur Utama ALDO Herwanto Sutanto mengungkapkan, permintaan kemasan berbasis kertas sebagai pengganti plastik terus meningkat, terutama untuk kebutuhan kemasan makanan. Ia menjelaskan, sejak awal tahun, penjualan meningkat sekitar 20 persen hingga 30 persen. Jika ketegangan geopolitik berlanjut, Herwanto memperkirakan lonjakan permintaan bisa semakin tinggi dalam tiga hingga empat bulan ke depan.

Tren serupa juga dirasakan PT Payung Rejeki Indonesia, produsen kemasan kertas merek Grade. Marketing Manager PT Payung Rejeki Indonesia Adrian Nada mengatakan, lonjakan paling terasa datang dari segmen UMKM, khususnya pelaku usaha makanan seperti penjual gorengan dan minuman yang mulai beralih ke kemasan kertas. Peralihan ini menandai perubahan pola konsumsi kemasan di tengah tekanan biaya dan pasokan plastik, sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru bagi industri kemasan berbasis kertas.

Search