Harga Plastik Melambung, Pelaku UMKM Bagai Makan Buah Simalakama

Harga plastik kemasan yang melambung menjadi beban bagi pelaku UMKM khususnya yang bergerak di bisnis makanan dan minuman. Tanpa intervensi dari pemerintah, para pedagang saat ini bagai makan buah simalakama. Para penjual yang tidak menaikkan harga produk di tengah kenaikan harga plastik terancam mengalami penyusutan laba. Di sisi lain, pedagang yang menaikkan harga produk karena kenaikan harga plastik kemasan juga berpotensi ditinggal pelanggan. Seorang pedagang angkringan di Sleman. D.I. Yogyakarta bernama Slamet (56) mengatakan, harga plastik yang naik usai Lebaran kemarin menjadi tambahan pengeluaran baru yang tidak disangka. “Ini plastik (bening) ini sebelum Lebaran harganya Rp36.000, kemarin beli sudah Rp42.000,” ujar dia.

Sepenanggungan, Tari seorang pengusaha laundry di kawasan Sleman juga mengeluhkan hal yang serupa. Ia mengaku, kenaikan harga plastik laundry terasa lebih berat ketika membeli dalam partai besar. Tari biasanya membeli plastik pembungkus baju laundry dalam jumlah yang besar seharga Rp800.000 per pak dengan berat mencapai 20 kg. “Sekarang harganya bisa Rp1,2 juta,” ucap dia. Tari juga tak dapat langsung menaikkan harga laundry dengan adanya kenaikan harga plastik tersebut. Namun di sisi lain, ia juga harus merelakan keuntungan yang biaya dikantongi menjadi pengeluaran untuk membeli plastik ini.

Search