Harga minyak acuan dunia naik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam Iran akan menyerang pembangkit listrik dan infrastruktur lainnya. Hal ini dilakukan jika Iran tidak segera membuka akses Selat Hormuz. Minyak acuan Brent naik 1,3% menjadi US$ 110,44 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate AS naik 1,4% menjadi 113,12 per barel. Selat Hormuz merupakan rute vital pengiriman minyak produksi dari Teluk Persia ke Pasar Global. Seperlima pasokan migas dunia mengalir melalui jalur ini.
Pasar minyak dunia terguncang oleh perang ini. Kondisi tersebut memicu guncangan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kini berkembang menjadi krisis energi global. Harga minyak dan turunannya melonjak, memicu tekanan inflasi, menghambat pertumbuhan ekonomi, serta menambah beban bagi pelaku usaha dan konsumen.
