Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan awal Asia, Senin (25/5/2026), hingga mencapai level terendah dalam dua pekan terakhir. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi membuka kembali jalur perdagangan energi di Selat Hormuz.
Harga minyak mentah Brent tercatat turun 4,55 persen menjadi 98,83 dollar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 4,73 persen menjadi 92,03 dollar AS per barel. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS dan Iran telah “sebagian besar” merundingkan nota kesepahaman perdamaian, meskipun masih terdapat sejumlah perbedaan terkait isu strategis dalam negosiasi tersebut.
Analis menilai pasar mulai melihat peluang meredanya ketegangan geopolitik yang sebelumnya menekan pasokan energi global. Namun, risiko masih tetap tinggi karena proses pemulihan distribusi minyak melalui Selat Hormuz diperkirakan tidak akan berlangsung cepat. Jalur tersebut sebelumnya menjadi salah satu titik vital perdagangan energi dunia yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global.
