Harga Emas Dunia Turun, Tertekan Penguatan Dollar AS dan Surutnya Harapan Pemangkasan Suku Bunga

Harga emas dunia melemah pada akhir perdagangan Selasa (3/3/2026) waktu setempat atau Rabu (4/3/2026) pagi WIB, tertekan penguatan dollar Amerika Serikat (AS) serta memudarnya ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot turun 3,6 persen menjadi ke level 5.137,00 dollar AS per ons, setelah pada sesi sebelumnya sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat minggu. Sementara kontrak emas berjangka Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 3,5 persen ke level 5.123,70 dollar AS per ons.

“Penurunan harga emas tampaknya didorong oleh pelarian ke likuiditas, pelarian ke uang tunai. Dollar AS dan imbal hasil obligasi pun diperdagangkan lebih tinggi,” kata Haberkorn. Adapun dollar AS, yang juga berstatus aset safe haven, mencatat penguatan tajam sehingga membuat emas yang dihargakan dalam dollar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Kondisi ini menurunkan minat investor terhadap logam mulia. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS terpantau naik dua sesi berturut-turut. Meski begitu, Haberkorn menilai pelemahan harga emas kemungkinan hanya bersifat sementara.

Analis pasar City Index dan Forex.com, Fawad Razaqzada, mengatakan kerusakan infrastruktur energi serta terhambatnya lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz meningkatkan risiko kenaikan harga minyak, gas, dan produk olahan secara berkelanjutan. “Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong mundurnya ekspektasi pemangkasan suku bunga, sehingga membatasi dukungan bagi emas,” ucapnya. Meski dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak ekonomi, emas biasanya lebih diminati dalam lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil.

Search