Hamas Kecam Israel Tunda Pembebasan Tahanan Palestina

Hamas mengecam negara zionis Israel karena menunda pembebasan tahanan asal Palestina. Hamas menilai penundaan oleh Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza dan pertukaran tawanan. Israel awalnya berjanji akan membebaskan 620 warga Palestina pada Sabtu (22/2) untuk ditukar dengan enam sandera yang dibebaskan Hamas. Namun, Israel menunda pembebasan itu dengan alasan Hamas salah mengirimkan jenazah. Israel juga menunda pembebasan itu karena proses penyerahan sandera oleh Hamas dinilai ‘memalukan’.

Padahal Hamas pada Jumat (21/2) sudah mengirim jenazah yang tepat, yang telah dikonfirmasi oleh badan forensik Israel. Israel mengatakan akan menunda pembebasan hingga penyerahan sandera berikutnya dilakukan tanpa upacara ‘yang merendahkan’. Hamas menegaskan penghinaan sesungguhnya adalah perlakuan terhadap tahanan Palestina dalam proses pembebasan mereka, yang kerap melibatkan penyiksaan, pemukulan, dan penghinaan yang disengaja hingga saat-saat terakhir.

Pemimpin Hamas, Ezzat Al Rishq kembali menegaskan menuduh pemimpin teroris Israel Benjamin Netanyahu sengaja menyabotase kesepakatan Gaza. Netanyahu disebutnya terang-terangan melanggar perjanjian dan Israel kurang bertanggung jawab memenuhi komitmennya. Ezzat mendesak para mediator dan komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghormati kesepakatan dan membebaskan para tahanan tanpa menunda-nunda.

Search