Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, meminta agar Presiden Prabowo Subianto tidak mengirim pasukan perdamaian ke Board of Peace (BoP), setelah gugurnya prajurit TNI di Lebanon. Karena hal inilah, Hikmahanto meminta Prabowo agar membatalkan pengiriman pasukan ke BoP sebagai pasukan perdamaian di Gaza, Palestina, yang bergabung dalam International Stabilization Force (ISF). Prabowo dapat membatalkan pengiriman pasukan ke BoP karena kelakuan Israel yang menyerang Lebanon itu.
Mengenai pengiriman pasukan ini, sebelumnya, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengatakan bahwa Prabowo telah menyatakan Indonesia menunda pengiriman pasukan perdamaian BoP dari Indonesia ke Gaza, Palestina. Keputusan penundaan pengiriman pasukan untuk Pasukan Stabilisasi Nasional atau ISF ini diambil Prabowo setelah Indonesia menangguhkan pembahasan BoP mengingat eskalasi perang Iran versus AS dan Israel yang meluas di kawasan Timur Tengah.
Hingga berita ini diterbitkan, Prabowo diketahui belum memberikan pernyataan apapun terkait gugurnya prajurit TNI di Lebanon tersebut. Namun, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, sebelumnya telah menyampaikan bahwa Indonesia mengecam serangan ke pasukan penjaga perdamaian itu. Selain mengecam serangan ke pasukan perdamaian PBB di Lebanon, Indonesia juga mengecam keras serangan Israel ke Lebanon selatan dan meminta seluruh pihak melakukan deeskalasi dengan kembali ke meja perundingan karena dampak konflik cukup besar. Sugiono mengatakan, Pemerintah akan bertemu PBB untuk mendorong investigasi dari UNIFIL.
