Gedung Putih menyatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersedia menggunakan kekuatan militer di Iran. Trump disebut tak takut menggunakan kekuatan mematikan dan kekuatan militer AS dalam intervensi terhadap Iran. Leavitt mengatakan Iran menjalin komunikasi tertutup secara langsung dengan Trump. Dalam komunikasi tertutup itu, Iran disebut mengirimkan pesan yang berbeda seperti yang dilakukan di hadapan publik. Namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut tentang isi percakapan tersebut.
Diketahui, Iran dilanda kerusuhan meluas hingga mengakibatkan 500 orang meninggal. Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung tiga hari untuk menghormati warganya yang tewas. Pengumuman itu dibuat oleh pemerintah Iran pada Minggu (11/1) waktu setempat. Pemerintah menyebut mereka yang meninggal sebagai ‘martir gerakan perlawanan nasional Iran melawan Amerika dan rezim zionis’.
Lebih dari 100 anggota pasukan keamanan Iran telah tewas sejak dimulainya protes. Sementara 500 demonstran dilaporkan telah tewas dan lebih dari 10.000 orang ditangkap selama 15 hari terakhir. Pemerintah Iran juga meminta rakyatnya untuk terus melawan Amerika dan Israel. Presiden Iran Masoud Pezekshkian mengajak rakyat Iran untuk turun ke jalan hari Senin (12/1) dalam pawai nasional mengecam kekerasan yang dituding Iran didalangi dua negara tersebut.
