Fitch Ratings menurunkan outlook utang Indonesia menjadi negatif, namun tetap mempertahankan rating BBB (investment grade) berkat rekam jejak stabilitas makroekonomi, pertumbuhan menengah, rasio utang/PDB moderat, dan cadangan eksternal yang memadai. Lembaga menyoroti meningkatnya ketidakpastian kebijakan, termasuk potensi pelonggaran batas defisit fiskal 3 % dan perluasan mandat Bank Indonesia, yang dapat menurunkan kredibilitas fiskal serta menambah tekanan pada nilai tukar dan inflasi.
Penerimaan negara diproyeksikan lemah sekitar 13,3 % PDB. Kemampuan mencetak penerimaan negara jauh di bawah negara lain pada peringkat BBB lainnya, yang mampu mencapai 25,5% terhadap PDB. Sementara peran Danantara dalam investasi US$2,6 miliar di sektor hilir menimbulkan kekhawatiran tentang transparansi fiskal dan risiko kontingen.
