ESDM Resmikan Pengiriman Perdana Pipa Proyek Dusem, Nilai Investasi Rp 6,5 Triliun

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan pengiriman perdana pipa Proyek Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Dumai–Sei Mangkei (Dusem), salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mengintegrasikan jaringan gas di wilayah Sumatra Utara hingga Riau. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengatakan, proyek pipa transmisi Dusem menjadi bagian dari kebijakan diversifikasi energi dan percepatan pemanfaatan gas bumi domestik, khususnya untuk sektor industri dan komersial. Proyek Dusem memiliki nilai investasi sekitar Rp 6,5 triliun dengan volume desain 109,2 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Pembangunan dimulai pada Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada Desember 2027. Infrastruktur ini akan menghubungkan jaringan pipa gas di sepanjang Sumatra sekaligus mendukung hilirisasi industri dan penyediaan energi yang lebih bersih.

Secara teknis, jaringan pipa transmisi gas Dusem memiliki panjang sekitar 541,8 kilometer dan terbagi dalam dua segmen. Segmen I dari SKG Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu sepanjang 279,8 km dikerjakan oleh KSO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya dengan nilai kontrak Rp 3,6 triliun. Adapun Segmen II dari Stasiun Labuhan Batu hingga fasilitas Duri sepanjang 262 km digarap oleh KSO PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Sumber Bangun Sentosa, dan PT Singgar Mulia dengan nilai kontrak Rp 2,8 triliun.

Seluruh pipa yang digunakan merupakan produksi dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) EPC masing-masing sebesar 60,9% dan 62,49%. Percepatan progres turut ditopang kelancaran distribusi material. Pengiriman pipa batch pertama Segmen I telah dimulai pada 14 Februari 2026 sebanyak 1.900 batang melalui jalur laut. Sementara itu, pengiriman batch pertama Segmen II dijadwalkan mulai 23 Februari 2026 melalui jalur darat dengan kapasitas sekitar 130 batang per hari.

Search