Ilmuwan-ilmuwan iklim dan lembaga-lembaga meteorologi dunia memprediksi El Nino yang terbentuk di Samudera Pasifik tahun ini dapat mendorong suhu global mencapai titik tertingginya pada 2027. Badan Atmosfer dan Kelautan Nasional (NOAA) Amerika Serikat (AS) dan Biro Meteorologi Australia mengatakan sejumlah model iklim sudah memprediksi El Nino.
El Nino cenderung meningkatkan suhu global dan bagi beberapa wilayah seperti Indonesia dan Australia, berkaitan dengan kondisi kering dan panas. Ilmuwan iklim dari Monash University dan mantan kepala prediksi jangka panjang di Biro Meteorologi Australia Andrew Watkins menjelaskan saat ini sejumlah besar air laut hangat tersimpan di Samudra Pasifik tropis bagian barat.
Watkins juga menekankan pemanasan global yang terutama disebabkan pembakaran bahan bakar fosil kini sudah sangat kuat, sehingga mulai mengalahkan fluktuasi suhu alami dari tahun ke tahun. Ia menambahkan dunia kini hampir tidak lagi dikejutkan oleh rekor suhu baru, karena bahkan tanpa El Nino yang kuat, suhu global tetap bisa melonjak.
