Indonesia kini menjadi sasaran relokasi industri tekstil dan alas kaki yang sebelumnya tidak banyak disadari. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa sektor ini sangat strategis karena mampu menciptakan lapangan kerja secara masif dan menyediakan pelatihan tenaga kerja yang cepat. Berdasarkan kajian DEN, Luhut mengatakan investasi US$ 20-30 juta dolar di pabrik pakaian dapat menyerap 6.000 hingga 10.000 tenaga kerja. Selain itu, pengembangan industri ini juga mendorong sektor industri kecil, khususnya makanan dan minuman yang membuka peluang kerja bagi UMKM.
Luhut juga menyebutkan pertemuannya dengan Asosiasi Persepatuan Indonesia serta perwakilan global seperti Adidas dan Nike yang menunjukkan optimisme mereka terhadap Indonesia. Hal ini terjadi di tengah situasi geopolitik dunia terutama akibat perang dagang AS-Tiongkok dan kejenuhan industri di Vietnam. Luhut mengungkapkan bahwa salah satu merek global berencana untuk meningkatkan pesanan hingga tiga kali lipat dalam tiga tahun ke depan yang dapat membuka 100 ribu lapangan kerja baru di Indonesia.
Meski demikian, Luhut mengakui adanya beberapa kendala dalam berinvestasi di Indonesia, seperti pembebasan lahan, perizinan, dan masalah upah. Ia percaya bahwa dengan koordinasi yang baik, masalah ini dapat diselesaikan dengan cepat. “Presiden sudah memberikan instruksi untuk cepat bereaksi dan saya kira bisa” ucap Luhut, menegaskan kesiapan pemerintah untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.