Ekonom Bongkar ‘PR Besar’ Prabowo Jika Ingin Ekonomi RI Tumbuh 6,5%

Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai paparan Presiden Prabowo Subianto mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 menandai dimulainya fase baru pembangunan ekonomi Indonesia. Menurut Fakhrul, target pertumbuhan ekonomi tinggi hanya dapat tercapai apabila Indonesia mampu memperkuat kapasitas fiskal, memperdalam pasar keuangan domestik, serta membangun strategi pembiayaan nasional yang lebih solid.

Fakhrul menjelaskan kapasitas negara tidak hanya diukur dari besarnya APBN, melainkan juga kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan pasar, memperkuat stabilitas eksternal, serta menyediakan sumber pembiayaan jangka panjang yang stabil. Ia juga menyoroti rasio penerimaan pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang berada di kisaran 11%. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan ruang penguatan kapasitas fiskal masih sangat besar dibandingkan negara emerging market lainnya.

Di sisi lain, Fakhrul menyoroti ketidakseimbangan antara surplus perdagangan Indonesia dengan net outflow pada neraca finansial. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan struktur Balance of Payments Indonesia masih rentan terhadap penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Untuk memperkuat ketahanan pembiayaan nasional, Fakhrul menilai terdapat tiga strategi utama, yaitu memperdalam pasar derivatif domestik, memperluas internasionalisasi rupiah, dan memperbesar sumber pembiayaan non-dolar melalui penerbitan obligasi berbasis renminbi. Menurut Fahrul, tantangan terbesar Indonesia memastikan negara memiliki fondasi pembiayaan yang cukup kuat untuk menopang transformasi ekonomi nasional.

Search