Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Brussels bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk mempercepat upaya repatriasi benda budaya Indonesia yang berada di luar negeri. Kerja sama ini dibahas dalam pertemuan antara Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Andy Rachmianto, dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta. Pemerintah Indonesia disebut telah menjalin komunikasi awal dengan Pemerintah Belgia, dengan langkah berikutnya memperkuat koordinasi serta menyiapkan Nota Kesepahaman sebagai payung kerja sama resmi.
Selain Belgia, pemerintah juga mendorong repatriasi koleksi budaya dari sejumlah negara lain seperti Belanda, Inggris, Jepang, Jerman, Rusia, India, Prancis, dan Amerika Serikat. Upaya tersebut disertai pendataan koleksi budaya Indonesia di luar negeri serta pembukaan peluang riset melalui skema pendanaan kebudayaan Dana Indonesiaraya guna mendukung proses identifikasi, penelitian, dan pemulangan artefak bersejarah.
Pertemuan tersebut juga menyoroti penguatan diplomasi budaya Indonesia dengan Uni Eropa, termasuk menyambut peringatan 50 tahun hubungan ASEAN–Uni Eropa pada 2027 di Singapura. Pemerintah menegaskan bahwa repatriasi merupakan program prioritas strategis karena berkaitan langsung dengan pelestarian sejarah dan identitas bangsa, sekaligus menjadi instrumen penting dalam memperluas kerja sama internasional melalui diplomasi budaya.
