Safari politik Joko Widodo pada akhir Juni 2026 menandai langkah barunya sebagai ‘rakyat biasa’ yang tetap aktif dalam arena politik. Lawatan ke Lampung bukan sekadar kunjungan, melainkan bagian dari strategi politik yang memanfaatkan jejak infrastruktur era pemerintahannya. Kehadiran Jokowi di Rakorda PSI di Mesuji, Tulang Bawang, dan Bandar Lampung memperlihatkan kedekatan emosionalnya dengan daerah tersebut, sekaligus mengingatkan publik pada infrastruktur yang pernah dibangun di masa jabatannya.
Menurut Bestari Barus, Ketua Bidang Politik DPP PSI, safari ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Jokowi dalam Rakernas PSI di Makassar untuk turun ke 38 provinsi bersama PSI. Selain faktor pembangunan, undangan tokoh masyarakat dan ikatan emosional menjadi pertimbangan utama dalam menentukan daerah tujuan. Jokowi tidak hanya menghadiri satu agenda, melainkan menyambangi beberapa titik dalam sehari, sehingga safari ini memiliki dimensi politik sekaligus sosial.
Kehadiran Jokowi di berbagai daerah diharapkan menjadi energi baru bagi kader PSI dalam menuntaskan pekerjaan organisasi menjelang verifikasi KPU 2027. Popularitas Jokowi dijadikan PSI sebagai modal politik untuk Pemilu 2029, dengan safari ini berfungsi sebagai sarana konsolidasi, penguatan jaringan, dan pengingat atas capaian pembangunan yang dapat dijadikan narasi politik di masa mendatang.
