Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa kebijakan fiskal akan terus dioptimalkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 dengan target 5,4 persen. Berbagai kebijakan tersebut, kata Airlangga, antara lain penyaluran gaji ke-13 ASN sesuai Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 2026 dengan alokasi sekitar Rp 55 triliun, akselerasi bantuan pangan April–Juni 2026 bagi 33,2 juta keluarga penerima manfaat, serta keberlanjutan subsidi dan kompensasi energi dalam APBN 2026 sebesar Rp 356,8 triliun.
Dia menyebut pemerintah juga mendorong revitalisasi satuan pendidikan Rp 13,4 triliun, implementasi program 3 juta rumah melalui skema FLPP Rp 37,1 triliun, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Rp 8,9 triliun, serta kredit program perumahan dengan plafon Rp 34,8 triliun. Selain itu, implementasi mandatori B50 mulai 1 Juli dan akselerasi program energi baru terbarukan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi belanja.
