Demo Iran Pecah Lagi 3 Hari Beruntun, Kini Dimotori Pelajar-Mahasiswa

Demo Iran kembali pecah, kali ini sudah tiga hari beruntun dan dimotori oleh para mahasiswa serta pelajar. Unjuk rasa kali ini terjadi sebulan setelah aparat keamanan menindak keras protes massal pada Januari 2026, yang dilaporkan menewaskan ribuan orang. Aksi terbaru ini juga berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Demonstrasi pada Senin (23/2/2026) menyebar ke sejumlah kampus, termasuk Universitas Al Zahra di Teheran yang khusus perempuan. Mahasiswa meneriakkan slogan anti-pemerintah serta melakukan aksi pengerusakan bendera.

Kanal Telegram mahasiswa Iran, Anjmotahed, melaporkan tindakan keras aparat Basij bekingan pemerintah di Universitas Sharif, Teheran. Tindakan itu menyebabkan beberapa mahasiswa terluka. Perwakilan mahasiswa yang bertemu Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref pada akhir pekan lalu menyampaikan kritik langsung terhadap pemerintah. Mereka menyebut klaim bahwa teroris bertanggung jawab atas kematian dalam demo Januari sebagai penghinaan. “Tanggapan terhadap protes rakyat dibalas dengan peluru,” kata perwakilan mahasiswa tersebut.

Juru bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengatakan bahwa meski mahasiswa memiliki hak berdemonstrasi, mereka harus memahami batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar. Bendera negara, tambahnya, adalah salah satu “batasan yang tidak boleh dilanggar yang harus kita lindungi dan tidak boleh kita lewati atau abaikan, bahkan di saat-saat kemarahan memuncak”.

Search