Militer Israel membuka rute tambahan selama 48 jam agar bisa mengusir warga Palestina dari Kota Gaza, Rabu (17/9/2025). Sejak melancarkan operasi darat pada Selasa (16/9/2025) kemarin, Israel terus menggempur Kota Gaza tanpa ampun. Pejabat militer Israel mengatakan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memulai tahap utama operasi darat mereka ke Kota Gaza. Setidaknya 50 orang tewas akibat serangan dan tembakan Israel di Jalur Gaza pada hari Rabu, termasuk 39 orang di Kota Gaza, kata otoritas kesehatan setempat. Mereka mengatakan korban tewas terbaru ini membuat jumlah korban tewas warga Palestina akibat perang dua tahun antara Israel dan Hamas mencapai lebih dari 65.000.
Israel memperkirakan sekitar 400.000 orang, atau 40 persen dari mereka yang berada di Kota Gaza pada 10 Agustus telah mengungsi. Seorang pejabat Israel mengatakan operasi militer difokuskan untuk mengusir warga sipil ke selatan dan bahwa pertempuran akan meningkat selama satu atau dua bulan ke depan. Operasi itu, kata pejabat tersebut, dapat ditangguhkan jika gencatan senjata dicapai dengan kelompok militan Hamas. Prospek gencatan senjata tampak jauh setelah Israel menyerang para pemimpin politik Hamas di Doha minggu lalu, membuat marah Qatar.
