Defisit APBN Awal 2026 Capai Rp 240 Triliun, Sinyal Tekanan Fiskal Kian Menguat

Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada awal 2026 mulai menunjukkan sinyal tekanan. Hingga Maret 2026, defisit tercatat mencapai Rp 240,1 triliun atau setara 0,93% terhadap produk domestik bruto (PDB). Meski masih di bawah target tahunan sebesar 2,68% PDB, sejumlah ekonom menilai dinamika awal tahun ini sudah menjadi peringatan dini bagi kesehatan fiskal. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet melihat besarnya defisit yang telah mencapai 34,8% dari target tahunan mencerminkan percepatan belanja pemerintah di awal tahun. 

Search