Tiga kasus korupsi yang menyeret mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah masih diusut. Polri menggandeng FBI hingga Secret Service AS mengecek barang bukti dolar yang disita. Polri telah melakukan penggeledahan di belasan titik, dari wilayah Cipete, Jakarta Selatan, hingga Sentul, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Pihak FBI dan Secret Service hadir di gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sejak Selasa (14/7/2026) untuk melakukan pengecekan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto sebelumnya mengatakan polisi menggandeng Federal Bureau of Investigation (FBI), Kedutaan Besar Amerika Serikat, hingga pihak Singapura untuk mengecek barang bukti. Adapun Polri bersama PT Pegadaian tengah mengecek 74 kg emas yang disita polisi. Ahli dikerahkan untuk mengecek keaslian dan berat emas tersebut. Proses pengecekan sejumlah barang bukti itu masih berlangsung. Pengecekan tersebut merupakan bagian dari proses pengusutan perkara yang sedang berjalan.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan pihaknya menyiapkan langkah supervisi terhadap penanganan kasus eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Setyo menyebut mekanisme supervisi dilakukan sesuai ketentuan dan standard operating procedure (SOP) yang berlaku. Saat ini KPK belum berbicara mengenai pengambilalihan perkara dari Kejaksaan Agung (Kejagung). Menurutnya, proses penanganan masih berjalan di Kejagung dan masih dalam tahap awal. Kejagung memastikan pengusutan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret Febrie Adriansyah dilakukan secara profesional dan transparan. Dalam prosesnya, Kejagung menyebutkan akan berkoordinasi dengan Polri hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
