Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) membeberkan misi di balik rencananya menjadi pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah BEI melakukan demutualisasi dan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). Misi tersebut adalah meningkatkan kapitalisasi pasar saham Indonesia. Ke depan, Danantara akan masuk sebagai pemegang saham bursa lewat entitas anaknya, Danantara Investment Management (DIM).
Menurut Managing Director Finance DIM, Djamal Attamimi, besaran kepemilikan dan dana yang akan dialokasikan akan disesuaikan dengan kebutuhan permodalan, pengembangan infrastruktur, serta valuasi BEI, serta diarahkan agar rasio kapitalisasi pasar terhadap gross domestic product (GDP) dapat mendekati atau melampaui tingkat 100‑120 % sebagaimana tercapai di Malaysia dan India. BEI telah mencatat minat investasi dari Danantara serta investor potensial lainnya, sedang menunggu penerbitan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang mengatur mekanisme kepemilikan saham pascademutualisasi, sambil memastikan independensi bursa meski Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Danantara diizinkan menjadi pemegang saham.
