Danantara Indonesia meresmikan proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing Udik, Bekasi, dengan investasi Rp 3 triliun melalui PT Danantara Investment Management dan PT Daya Energi Bersih Nusantara. Proyek ini mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun dengan tingkat pengolahan sekitar 70 %. Diperkirakan dapat menurunkan emisi sampah hingga 80 % dan mengurangi karbon sebesar 640.000 ton CO₂ per tahun, serta menyediakan energi bersih bagi 55.000 rumah dan hampir 1.000 lapangan kerja hijau.
Fasilitas memproses 1.500 ton sampah per hari menggunakan moving grate incinerator berstandar EU IED dan menjual listrik ke PLN lewat PPA dengan tarif US$0,20/kWh. Operasional direncanakan mulai pertengahan 2028, dengan operator Wangneng dan Zhejiang Weiming yang juga menangani proyek di Denpasar. Fasilitas akan bersinergi dengan teknologi Pirolisis yang dikelola TNI Angkatan Darat untuk menghasilkan bahan bakar minyak dari sampah menumpuk.
