BPI Danantara menargetkan perluasan investasi di hulu industri panel surya dengan mengembangkan pasir silika sebagai bahan baku utama. Managing Director BPI Danantara Ardy Muawin mengatakan Program 100 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi anchor project untuk ‘menggalakkan’ industri hulu panel surya dengan menggalakkan produksi polisilikon, ingot, wafer, dan low iron tempered glass di dalam negeri.
Meskipun telah ada 34 pabrik modul surya yang menghasilkan hampir 11 GW per tahun, rantai hulu seperti polisilikon dan low iron tempered glass belum tersedia, padahal cadangan pasir kuarsa mencapai 17 miliar ton tersebar di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. CEO IESR dan wakil koordinator Satgas menekankan pentingnya dukungan kebijakan, termasuk TKDN, untuk mempercepat industrialisasi PLTS dan memastikan pengadaan komponen panel surya domestik meliputi seluruh rantai nilai, bukan hanya modul.
