CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa dirinya tidak khawatir dengan penurunan IHSG yang terjadi setelah peluncuran Danantara pada akhir Februari lalu. Menurutnya, penurunan tersebut lebih dipengaruhi oleh persepsi pasar dan faktor teknikal, bukan kondisi fundamental yang sebenarnya. Rosan juga menyatakan bahwa penurunan IHSG saat ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di pasar emerging market, termasuk negara-negara ASEAN, yang menghadapi kondisi serupa.
Meskipun demikian, Rosan optimis bahwa harga saham bank-bank yang tergabung dalam Danantara telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan, bahkan sudah melampaui harga pada 24 Februari. Rosan menegaskan bahwa fundamental perusahaan-perusahaan BUMN yang tergabung dalam Danantara masih tetap kuat dan sehat. Keyakinan ini didasarkan pada prospek jangka panjang yang cerah, dengan harapan valuasi dan kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan tersebut akan terus meningkat.
Selain itu, Rosan mengumumkan bahwa manajemen Danantara akan segera diumumkan dalam waktu dekat, dengan pengumuman tersebut diperkirakan terjadi pada pekan depan. Nama-nama yang akan mengisi posisi manajemen ini sudah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan dipilih melalui proses seleksi yang ketat, melibatkan tim profesional dan head hunter. Rosan menekankan bahwa manajemen yang dipilih bebas dari praktik korupsi dan memiliki track record yang bersih serta reputasi yang soli