Bulog Sebut Masa Defisit Beras Berakhir Saat Ramadan

Direktur Operasional Bulog, Mokhamad Suyamto, mengungkapkan bahwa Indonesia diperkirakan akan mengakhiri masa defisit beras pada bulan Maret 2025 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan. Pada awal tahun 2025, Indonesia mengalami defisit beras, yakni 1,26 juta ton pada Januari dan 0,49 juta ton pada Februari. Namun, pada bulan Maret, Indonesia diprediksi akan surplus beras dengan produksi yang mencapai 5,24 juta ton, sementara konsumsi diperkirakan sekitar 2,57 juta ton. Meskipun begitu, serapan gabah kering panen (GKP) masih rendah, dengan Bulog baru menyerap 55 ribu ton GKP dari petani. Rendahnya serapan GKP disebabkan oleh defisit beras pada awal tahun. Bulog akan mempercepat penyerapan gabah setelah produksi beras meningkat pada kuartal II 2025, terutama pada saat panen raya di Maret dan April. Meskipun serapan GKP masih kecil, Bulog tetap melakukan upaya penyerapan meskipun produksi beras pada Januari dan Februari masih minus.

Sebelumnya, Menko Pangan Zulkifli Hasan memprediksi Indonesia akan mengalami defisit beras pada dua bulan pertama 2025, dengan konsumsi beras diprediksi mencapai 30,92 juta ton, sementara produksi hanya 30,34 juta ton, sehingga defisit beras mencapai 590 ribu ton. Menko Pangan mengingatkan agar pemerintah baru memperhatikan potensi gejolak harga pangan pada Januari dan Februari.

Search