Ambisi Indonesia menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) global menghadapi tantangan baru. Di tengah upaya membangun rantai pasok baterai berbasis nikel, pasar kendaraan listrik dunia justru mulai melirik berbagai teknologi baterai alternatif.
Peneliti Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan (PREIJP) BRIN, Sigit Setiawan, mengingatkan bahwa perkembangan teknologi baterai berlangsung sangat cepat. Sehingga, strategi industri nasional harus mampu mengikuti perubahan yang terjadi di pasar global. Menurut Sigit, hasil kajian BRIN menunjukkan industri kendaraan listrik tidak bergerak menuju satu jenis baterai saja. Berbagai teknologi terus berkembang dan bersaing sesuai kebutuhan pasar serta karakteristik masing-masing. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Indonesia yang selama beberapa tahun terakhir fokus membangun ekosistem kendaraan listrik berbasis nikel melalui program hilirisasi
