Dirut BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, meminta seluruh ekosistem kesehatan dan masyarakat untuk mempercepat penanganan pasien darurat, khususnya dalam kasus serangan jantung, guna mencegah in-hospital delay atau keterlambatan penanganan di fasilitas kesehatan. Langkah ini dinilai sangat krusial karena setiap detik sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa, mengingat penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi.
Untuk mengatasi masalah tersebut, BPJS Kesehatan menekankan pentingnya edukasi bagi pasien dan keluarga agar segera mencari pertolongan medis tanpa menunda-nunda saat gejala kritis muncul. Di sisi lain, manajemen rumah sakit dan tenaga kesehatan diminta untuk mengoptimalkan alur kerja di IGD, meniadakan hambatan administratif yang memperlambat tindakan darurat, serta memastikan ketepatan diagnosis agar angka kematian dapat ditekan secara signifikan.
