Bank Indonesia (BI) menyiapkan sejumlah insentif baru untuk menarik aliran modal asing ke instrumen portofolio domestik di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, langkah ini diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus menjaga ketahanan sektor eksternal.
BI memperluas instrumen operasi moneter valuta menyediakan transaksi spot dan swap antara rupiah dan offshore Chinese Renminbi (CNH), menyesuaikan dengan semakin luasnya penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT) dalam perdagangan dan investasi. Bank Indonesia berkomitmen terus memperluas insentif, mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas, serta mengoptimalkan LCT, dengan tujuan menjaga rupiah tetap stabil dan cenderung menguat didukung imbal hasil domestik yang menarik dan prospek pertumbuhan ekonomi yang baik.
