Bank Indonesia Luncurkan 4 Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, penguatan UMKM menopang pertumbuhan ekonomi domestik dan kesejahteraan masyarakat. Penguatan UMKM tersebut juga sejalan dengan program prioritas nasional dan implementasi Asta Cita dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Data Kementerian Koperasi dan UKM (2024) menunjukkan bahwa UMKM berkontribusi 60,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), 90% penyerapan tenaga kerja dan 15% pangsa ekspor Indonesia.

Perry menegaskan bahwa Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu dirancang untuk menghasilkan dampak nyata melalui penciptaan wirausaha yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Program ini dilaksanakan dalam skala nasional dengan memanfaatkan jaringan 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia bersinergi dengan K/L, stakeholders strategis, lebih dari 3.000 UMKM binaan BI, serta lebih dari 1.500 pesantren yang telah diberdayakan.

Terdapat empat program unggulan sebagai bagian dari Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu pada tahun 2026, yaitu Cangkir Barista melalui fasilitas sertifikasi internasional bagi 400 barista, Citra Nusa melalui penguatan kapasitas teknis, kapasitas kewirausahaan dan inovasi desain produk kepada 300 pelaku UMKM, Air Berkah Indonesia melalui kemandirian ekonomi pesantren dengan melakukan pengolahan usaha Air Minum Dalam Kemasan berbasis sumber daya lokal), dan Tani Berkah Indonesia melalui pemanfaatan teknologi greenhouse, mendorong produksi dan keekonomian hasil pertanian pesantren.

Search