Dalam laporan Global Economic Prospects edisi Juni 2026 yang dikutip pada Jumat (12/6/2026), Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia melambat menjadi 2,5 persen pada 2026, turun dari 2,9 persen pada 2025. Laju tersebut menjadi yang terendah sejak pandemi Covid-19. Jika gangguan pasokan energi terbukti lebih parah dari asumsi dasar dan disertai tekanan keuangan yang signifikan, pertumbuhan ekonomi global bahkan dapat turun hingga hanya 1,3 persen pada 2026.
Perlambatan ini terutama dipengaruhi oleh memburuknya prospek negara-negara yang bergantung pada impor energi serta negara yang terdampak langsung oleh konflik. Meski demikian, aktivitas ekonomi global diperkirakan mulai menguat kembali pada periode 2027-2028 seiring pulihnya pasokan energi, berlanjutnya pelonggaran kebijakan moneter, dan penguatan perdagangan global.
Bank Dunia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara berkembang dan pasar berkembang (emerging market and developing economies atau EMDEs) akan melambat menjadi 3,6 persen pada tahun ini, lebih rendah dibandingkan 2025. Pada saat yang sama, pertumbuhan pendapatan per kapita di kelompok negara tersebut diperkirakan turun ke level terlemah sejak pandemi.
