Bank Dunia menilai dampak kebijakan global Amerika Serikat (AS), termasuk kebijakan tarif, terhadap kinerja ekspor Indonesia relatif terbatas. Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo, menjelaskan bahwa total tarif yang dihadapi Indonesia saat ini masih berada di bawah 20 persen. Angka tersebut dinilai sebanding dengan Vietnam, meski sedikit lebih tinggi dibandingkan Malaysia dan Thailand. Ia menambahkan, kajian Bank Dunia dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026 menunjukkan bahwa efek negatif tarif AS dapat ditekan melalui reformasi kebijakan perdagangan dalam negeri.
