Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah memerintahkan pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat. Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan harapannya agar kesepakatan segera tercapai untuk mencegah aksi militer terhadap Iran. Iran mengatakan, mereka sedang mengerjakan metode dan kerangka kerja untuk negosiasi yang akan siap dalam beberapa hari mendatang, dengan pesan antara kedua pihak disampaikan melalui para pemain regional.
Trump telah memperingatkan bahwa waktu Iran hampir habis untuk mencapai kesepakatan tentang program nuklir. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei mengatakan bahwa Teheran tidak pernah menerima ultimatum dari AS. Dia juga tidak dapat mengkonfirmasi apakah pesan itu telah diterima.
Para aktor regional telah mendorong diplomasi untuk meredakan ketegangan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi berada di Turki pekan lalu dan mengadakan panggilan telepon lebih lanjut dengan rekan-rekannya dari Mesir, Arab Saudi, dan Turki. Bersatunya negara-negara kawasan untuk mendorong solusi diplomatik menunjukkan kekhawatiran bahwa serangan AS apa pun akan menyeret Timur Tengah ke dalam konflik. Hal ini sebagaimana peringatan yang dilontarkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
