Ancaman Megaquake M 8, KBRI Wanti-wanti WNI Jepang Siaga Tas Darurat

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Jepang untuk waspada dan terus memantau situasi pasca gempa bermagnitudo 7,5 mengguncang Prefektur Aomori, Senin (8/12) malam. Pernyataan itu dikeluarkan KBRI juga menyusul peringatan dari Badan Meteorologi Jepang (JMA) soal kemungkinan terjadinya gempa besar atau megaquake setelah gempa Senin malam ini. Peringatan ancaman megaquake ini berlaku hingga beberapa hari ke depan.

JMA melaporkan gempa besar seperti itu dapat memicu gelombang tsunami di sepanjang pesisir Pasifik dari Hokkaido hingga Prefektur Chiba. Mereka yang tinggal di pesisir diminta tetap waspada selama satu minggu ke depan meski belum ada rekomendasi evakuasi. Gempa bermagnitudo 7,5 mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Senin (8/12) malam. Gempa terdeteksi di lepas pantai Misawa, Prefektur Aomori, pada pukul 23.15. Peringatan tsunami sempat dikeluarkan untuk Prefektur Iwate serta sebagian wilayah Hokkaido dan Aomori. Kini, peringatan tsunami telah dicabut dan diganti dengan tsunami advisories. Menurut otoritas, setidaknya 10 orang terluka imbas gempa. Satu korban dilaporkan dalam kondisi serius. Berdasarkan catatan KBRI Tokyo, tidak ada WNI yang menjadi korban akibat gempa. Jumlah WNI di Aomori sendiri diperkirakan sekitar 969 orang.

Search