Amerika Serikat berencana memanfaatkan cadangan minyak Venezuela menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Perusahaan-perusahaan minyak AS didorong untuk berinvestasi dan membangun kembali infrastruktur energi yang rusak dengan tawaran subsidi.
Venezuela merupakan negara pemilik cadangan minyak terbesar di dunia, melampaui Arab Saudi. Namun, produksinya telah menurun drastis karena kurangnya investasi dan sanksi yang menghambat. Rencana AS ini menjadi puncak dari hubungan kedua negara yang telah lama memburuk. Ketegangan tersebut ditandai dengan serangkaian sanksi Washington terhadap pejabat Venezuela hingga embargo minyak.
